Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69, 17 Agustus 2014, Direktorat Jenderal Pajak meluncurkan meterai tempel baru desain tahun 2014 sebagai pengganti meterai tempel yang lama desain tahun 2009. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari atau mencegah tindakan pemalsuan atau penggunaan meterai bekas pakai. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 65/PMK.03/2014 tanggal 21 April 2014 tentang Bentuk, Ukuran, dan Warna Benda Meterai, meterai tempel desain tahun 2014 ini mulai berlaku tanggal 17 Agustus 2014.
Meterai tempel desain tahun 2014 berwarna biru untuk nominal Rp. 3.000,- dan hijau untuk nominal Rp.6.000,-. Pada meterai desain baru terdapat hologram di bagian kiri meterai tempel desain baru, sedangkan di meterai lama tidak terdapat hologram. Perforasi bentuk bintang ada di sebelah kiri meterai desain baru sedangkan pada meterai lama ada di sebelah kanan.
Di bagian bawah meterai desain baru terdapat motif rosette yang dapat berubah warna jika dimiringkan di sudut tertentu dengan perubahan warna hijau ke biru untuk nominal Rp. 3.000,-dan magenta ke hijau untuk nominal Rp.6.000,-.
Berikut ciri-ciri meterai baru desain tahun 2014, nominal Rp. 6.000,-
Berikut ciri-ciri meterai baru desain tahun 2014, nominal Rp. 3.000,-
Bagi yang masih memiliki meterai lama desain tahun 2009, meterai tersebut tidak dapat ditukarkan dengan meterai desain 2014 yang baru, tetapi masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Maret 2015.
Sumber
Tuesday, August 19, 2014
Tuesday, August 12, 2014
Me-reinstall DJP
Selama kampanye presiden, sering
terdengar wacana untuk menjadikan Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
sebagai institusi tersendiri dibawah Presiden. Proses ini sama halnya
dengan upaya untuk me-reinstal & upgrade komputer dari windows 7 ke
windows 8. Oleh karena itu, proses pembentukan badan baru sebagai
pengganti DJP sebaiknya memperhatikan tiga faktor penting, yaitu:
Manfaat, Hardware dan software.
Manfaat
Jika bagi pemilik computer reinstalling
dan upgrading adalah salah satu upaya untuk memperbaiki sistem lama yang
lemot dan banyak virus menjadi sistem baru yang lebih cepat dan bebas
virus, Hal ini juga berlaku bagi DJP.
1. Memperbaiki program yang sedang hang dan lemot
Salah satu program DJP adalah Single
identification Number (SIN). SIN adalah program rintisan DJP yang
sangat bagus yaitu upaya menjadikan data kependudukan & ekonomi
setiap WNI dalam satu kartu. Dengan program ini setiap WNI mempunyai
satu nomor induk yang memuat riwayat kependudukan, kepemilikan kendaraan
bermotor, seluruh rekening bank, kepemilikan properti, paspor, visa dan
transaksi keuangan lainnya.
Namun kerena untuk membuatnya perlu
koordinasi dari DJP melalui menteri keuangan, Bank Indonesia, Pemda,
kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri menjadikan program ini lemot, hang dan going to nowhere.
Sistem ini sangat penting untuk mengontrol kepatuhan wajib pajak. Jika
program ini berhasil penerimaan pajak akan melejit. Dengan adanya
institusi pajak baru yang memiliki kewenangan lebih luas diharapkan
mampu menuntaskan program yang sedang hang ini sehingga akan bermanfaat untuk melesatkan penerimaan negara.
2. Membunuh virus Gayus dan PGPS
Pembentukan badan baru ini juga dapat
membunuh virus Gayus. Virus Gayus ibarat virus trojan yang menyerang
DJP, akibat virus ini masyarakat selalu mengaitkan DJP dan pegawai DJP
adalah “gayus”, dan bagi pegawai DJP ini adalah demoralisasi karena
selalu dipresepsikan dengan “gayus” atau ditanya tentang “gayus”
berulang kali. Dengan badan baru tentunya nama DJP akan hilang
digantikan nama baru sehingga masyarakat dan pegawai akan mempunyai
paradigma yang baru tentang pajak. Sama halnya ketika bank Century
diubah menjadi bank Mutiara. Institusi baru ini juga diharapkan mampu
mencegah munculnya kasus serupa.
Yang kedua adalalah virus PGPS (pinter
goblok pendapatan Sama). Virus ini jika dibiarkan akan berbahaya Untuk
sebuah institusi yang menanggung jumlah penerimaan sekitar 80% dari
APBN. Tidak hanya sistem punishment yang ditegakkan, Sudah waktunya
sistem reward juga diterapkan dengan baik. Namun sepertinya untuk
merubah ini terkendala oleh aturan tentang PNS secara umum yang dikelola
oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara. Dengan badan baru
diharapkan akan membunuh virus PGPS. Sistem reward yang baik akan
bisa direalisasikan yang tentunya akan meningkatkan motivasi bagi
pegawai untuk berprestasi.
Hardware
Penginstallan sistem yang lebih modern
tentunya membutuhkan persyaratan hardware yang lebih canggih, yang akan
medukung sistem operasi tersebut berjalan dengan baik. Jika komputer
membutuhkan RAM, prosessor dan memori sebagai komponen utamanya maka
DJP juga membutuhkan Hardware yang relatif hampir sama.
1. Teknologi dan SDM
Hardware dari Institusi Pajak adalah
Information system (komputer dan teknologinya) dan sumber daya manusia.
Pemutakhiran teknologi menjadi hal yang tidak bisa di tawar lagi yang
harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. DJP
tidak hanya membutuhkan tambahan jumlah pegawai namun juga DJP harus
bisa mempertahankan pegawai senior yang memiliki kapabilitas di bidang
perpajakan keluar dari DJP dan bekerja di perusahaan.
Akan sangat
disayangkan jika DJP mendidik pegawai baru untuk menjadi pegawai pajak
yang tangguh, berkualitas, handal dan cerdas namun di sisi lain sulit
untuk bisa menahan pegawai yang sudah memiliki kualitas tersebut bekerja
di tempat lain. Institusi yang baru diharapkan tidak hanya menjadi
sekolahan pajak, namun harus dapat menjadi institusi yang dihuni
pegawai-pegawai yang smart, taat prosedur dan jagoan di pengadilan
pajak.
2. Prossessor
Sama halnya dengan komputer yang
membutuhkan prosessor terbaik, pembentukan institusi pajak baru yang
langsung dibawah presiden menjadikan kemampuan eksekusi menjadi lebih
handal. Dengan prosessor hanya setingkat Dirjen yang hanya dibawah
menteri tentunya akan sulit dan lambat dalam membuat kebijakan
strategis, namun apabila prosessor tersebut memiliki kewenangan yang
jauh lebih kuat tentunya kinerjanya akan lebih cepat, trengginas, dan
handal.
Software
Hal terakhir yang dibutuhkan untuk reinstall DJP menjadi badan baru adalah software dan perangkat lunak yang terdiri :
- Aturan dan dasar hukum pembentukan institusi baru yang menjadi dasar dan payung hukum bagi pembentukan Institusi tersebut.
- Yang kedua adalah ketentuan mengenai kewenangan dari badan tersebut, meskipun badan tersebut langsung dibawah presiden namun jika ketentuan yang mengatur kewenangannya lemah maka badan tersebut tidak akan lebih baik dari sebelumnya.
- Menyederhanakan peraturan pajak sehingga mudah dipahami wajib pajak.
Oleh karena itu tidak hanya membentuk
badan baru belaka namun juga harus mempertimbangkan manfaat dan
kebutuhan yang diperlukan institusi baru tersebut sehingga jika badan
tersebut diresmikan dapat mencapai tujuan melambungkan penerimaan
negara.
Monday, July 14, 2014
Brasil Tak Berhasil, Piala Dunia Di Tangan Jerman
Brasil tak berhasil membuat prestasi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014. Bertanding untuk memperebutkan posisi ketiga, Brasil takluk 3-0 dari Belanda. Gol-gol diciptakan oleh Robin van Persie dan Daley Blind di babak pertama dan Giorgino Wijnaldum di babak kedua. Brasil gagal memberi akhir yang manis kepada suporter mereka.

FIFA World Cup 2014 awards :
- Manuel Neuer : Golden Glove (Top Goalkeeper)
- Lionel Messi : Golden Ball (Top Player)
- James Rodriguez : Golden Boot (Top Goalscorer)
- Paul Pogba : Young Player (Best U21)
- Colombia : FIFA Fair Play Trophy (Team with best record of fair play)
Wednesday, July 9, 2014
Pilpres 9 Juli 2014
Hari ini 9 Juli 2014!!! Pilpres Ingat Ingat!!!
Ya, hari ini rakyat Indonesia akan memilih siapa Pemimpin yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Pemimpin di masa pemerintahan 2014-2019.
Hanya ada dua calon Capres dan Cawapres dalam pertarungan Pilpres kali ini. Pilpres akan berlangsung 1 kali putaran saja. Pasangan nomor urut 1 adalah Prabowo dan Hatta Rajasa. Dan nomor urut 2 pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla.
Kedua pasangan telah menyampaikan visi misi yang akan dilaksanakan jika mereka terpilih. Segudang cerita positif-negatif kedua pasangan pun banyak beredar di media. Kembali ke pribadi masing-masing, kita pasti punya alasan sendiri kenapa kita memilih yang 1 atau 2. Karena saya sendiri juga punya alasan untuk memilih siapa, walaupun rasa was-was tetap ada untuk calon yang akan saya pilih.
Nah, ayo rakyat Indonesia kita salurkan hak pilih kita di Pilpres ini. Nasib bangsa ada di tangan kita. Tentukan pilihanmu. Kita menanti Pemimpin yang dikepemimpinannya bisa membuat Indonesia menjadi negara yang lebih berMARTARBAT, lebih MANDIRI, lebih KUAT, lebih SOLID, dan yang pasti diSEGANI negara lain.
Ayo kita memilih!!!
Tuesday, July 8, 2014
Pajak Pemberi Nafkah Negara
Pak Kojib pulang dengan lesu. Lelah yang menggelayuti tubuhnya tak jua hilang meski segelas teh hangat mulai menjalari relung-relung ususnya. Selepas salat Maghrib, dia leyeh-leyeh di depan TV menonton berita yang berisi kampanye Capres yang penuh kekelaman, sambil mengunyah singkong goreng yang masih panas yang disediakan istrinya.
"Pak, minggu depan anak-anak mulai bayar sekolah lho. Bowo bayar uang masuk SMA. Sedang Joko bayar daftar ulang SMP-nya. Belum beli seragam dan buku pelajaran baru," tiba-tiba suara istrinya mengoyak kesantaiannya.
"Eenggg....."
"Terus kemarin Satpam komplek bolak-balik nagih iuran warga buat mbenerin jalan dan lapangan futsal," saut istrinya.
"Tapi, Bu..."
"Waktu hujan deras semalam, dapur kita bocor, Pak. Kayaknya gentengnya mulai melorot deh Pak," cerocos istrinya tak berhenti.
"Nganu, Bu..."
"Lihat tuh Pak, tetangga sebelah. Mobilnya baru. Padahal aku lihat-lihat suaminya di rumah aja," tanya istrinya seperti tak bisa berhenti.
"Tapi..."
"Kulkas ama mesin cuci juga mulai ngadat tuh, Pak. Tanganku mulai pecah-pecah nih nyuci baju seharian.' sergah istrinya tanpa memberi kesempatan Pak Kojib bicara.
"Bu, dengar dulu. Aku mau jelaskan!" suara Pak Kojib sedikit mengeras.
Bu Kojib akhirnya terdiam sesaat.
"Kamu itu kalau sudah ngomong persis copras-capres itu. Masih untung gak nyebar-nyebar keburukanku ke tetangga."
"Kayak capres gimana sih, Pak? Aku kok gak paham."
"Capres-capres itu senang banget lempar janji-janji ini itu. Mau bangun ini, bangun itu. Beli ini, beli itu. Gratisin ini, gratisin itu. Sama kayak Ibu ini lho. Minta ini, minta itu. Emang duit darimana?'' tanya Pak Kojib sengit.
"Ya duit dari hasil Bapak kerja lah. Bukannya tugas suami itu mencari nafkah buat keluarganya?" jawab istrinya ketus.
"Aku jelasin ya, Bu. Kita ngga bisa lagi mengandalkan kekayaan kita. Sawah kita yang di ujung desa itu sudah berapa tahun ngga menghasilkan apa-apa, karena ngga ada yang ngurus. Kolam ikan yang diurus sama saudara itu juga sudah lama ngga keurus. Duitnya nggak pernah disetor lagi ke kita. Satu-satunya harapan kita ada di toko di dekat pasar itu. Sementara Aku sendiri sudah semakin tua, mengurusi toko yang makin sepi. Jadi duit darimana buat bayar ini-itumu tadi?" jawab Pak Kojib.
"Jadi piye, Pak. Namanya keluarga kan perlu nafkah. Tanpa itu ya bisa bubar keluarga ini?" tanya istrinya serius.
"Mangkanya kita perlu puter otak, Bu. Sawah dan kolam ikan harus kita urus sendiri. Siapa tahu dari situ ada penghasilan tambahan. Nah, untuk penghasilan utama mau ngga mau kita harus mengandalkan toko itu. Tentu perlu tambahan modal. Desainnya kita perbaharui. Kualitas barang yang kita jual juga harus tambah bagus. Dan yang lebih penting, kita perlu tambahan karyawan lagi. Aku ini sudah ngga kuat kalau sendirian mengurus toko," jawab Pak Kojib panjang lebar.
"Ooo... gitu ya, Pak. Aku sih setuju-setuju saja. Tapi ada pertanyaan lagi. Buat itu duit darimana?" kata istrinya semangat.
Tiba-tiba terdengar azan Isya, menghentikan dialog pak Kojib dan istrinya.
"Sudah Isya, Bu. Ayo salat terus makan malam. Nanti kita lanjutkan kalau mau tidur," kata Pak Kojib dengan senyum manis yang disambut pula dengan sama manis oleh istrinya.
***
Indonesia adalah keluarga Pak Kojib. Ada Bu Kojib, istrinya, dan Bowo
dan Joko, kedua anaknya yang dibanggakan. Sama seperti keluarga ini,
Indonesia adalah negara yang dulu dikenal kaya dengan sumber daya alam.
Tapi sekarang kekayaan alam itu semakin lama semakin menipis, bahkan
kepemilikannya banyak yang berpindah ke negara asing.
Indonesia tak bisa lagi mengandalkan sumber daya alam untuk melanjutkan
kelangsungan hidupnya. Nafas negeri ini kini hampir sepenuhnya ditopang
oleh penerimaan pajak. Hampir 75% !! Sungguh bukan angka yang main-main.
Sementara capres-capres yang beradu saat ini terus mengumbar janji-janji
manis yang semoga bukan hanya pepesan kosong hanya untuk mengisi
pundi-pundi suara yang akan dilupakan saat mereka berkuasa. Mereka tak
pernah memaparkan strategi untuk mencari #duitdarimana untuk mewujudkan janji-janji itu.
Pajak mau tidak mau sekarang adalah pemberi nafkah negara. Dia harus
diperkuat supaya wewenangnya lebih besar sehingga lebih lincah dan
leluasa untuk mencari nafkah buat Indonesia yang kita cintai ini.
Pajak tak boleh lemah atau dilemahkan. Utang yang dipikul negara ini
sudah terlampau berat. Jangan bebani anak cucu kita dengan utang yang
mungkin tak pernah mereka tahu.
Dukung penguatan otoritas pajak dengan mengisi petisi ini, untuk Indonesia yang lebih baik.
Semifinal-World Cup 2014

Jerman akan bertanding melawan Brasil selaku tuan rumah. Argentina bertemu Belanda. Melihat kekuatan masing-masing tim negara, sedikit susah untuk memprediksi siapa yang akan melaju ke Final.
Brasil vs Jerman bukan kali pertama mereka bertemu. Sebelumnya, di perhelatan Piala Dunia 2002, kedua tim bertemu di final dan menghasilkan kesedihan bagi tim Jerman. Tapi, kali ini akan menjadi laga balas dendam Jerman kepada Brasil apalagi selaku tuan rumah. Kemenangan atas Brasil akan menjadi momen yang spesial dan melaju ke babak final. Brasil sedang rapuh di lini depan dan belakang. Cederanya Neymar dan absennya Tiago Silva karena akumulasi kartu bisa saja menjadi kelemahan Brasil. Tapi, bukan Brasil namanya kalau tidak bisa mengatasi celah-celahnya.
Argentina vs Belanda juga menjadi laga penuh sensasi. Tim Tanggo kembali merasakan sensasi fase semifinal setelah 24 tahun tidak melaju ke babak 4 besar. Demikian juga Tim Oranye mempunyai hasrat yang besar untuk melaju ke final, setelah mereka merasakan kekalahan di final piala 2010 dari Spanyol. Argentina harus kehilangan Angel Di Maria dalam pertandingan ini akibat cedera. Sementara Belanda bisa bermain full tim, hanya masalah kebugaran yang dialami pemain.
Demikian, ulasan singkat tentang Semifinal-World Cup 2014 yang ngawur dari saya. Dan kali ini, saya lebih menjagokan Jerman dan Belanda yang melaju ke babak final. Ini relatif ya.
Monday, July 7, 2014
Tuesday, July 1, 2014
Tips Berpuasa Sehat Di Bulan Suci Ramadhan
Puasa secara umum berdampak positif bagi tubuh kita, tetapi kita kadang kurang memperhatikan asupan gizi, cara kita beraktivitas dan makanan yang kita makan. Berikut ini adalah tips-tips yang perlu anda pertimbangkan agar puasa anda tetap menyehatkan.
-
1. Minum yang cukup
- Selama berpuasa kita harus memperhatikan kebutuhan mineral dalam tubuh, oleh karena itu setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar dan jangan lupa untuk minum saat bersahur. Kebutuhan mineral dalam tubuh adalah sekitar 1,5 liter per hari.
-
2. Makan yang sehat
- Jangan berlebihan melahap kue dan makanan manis yang bahkan dalam jumlah besar sekalipun tidak memuaskan rasa lapar dan mengganggu pola makan Anda. Memakan kurma yang dapat mengisi ulang energi dengan cepat.
- 3. Jangan langsung berbuka dalam porsi besar
- Mulailah dengan sup, kolak atau makanan pembuka lain dan tunggu sampai meresap di pencernaan sebelum makan besar.
- 4. Jangan makan terlalu banyak
- Makan berlebihan akan mengganggu tubuh kita, selain itu juga dapat membuat ngantuk saat shalat tarawih.
- 5. Makan Tiga Kali Sehari
- Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali sehari: yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka dan yang ketiga sekitar 2 atau 3 jam setelah berbuka.
- 6. Menyantap Buah-Buahan
- Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubianyang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.
- 7. Tidurlah di awal siang
- Jika memungkinkan, tidurlah di awal siang untuk mengumpulkan energi. Hindari sinar matahari dan panas yang menimbulkan dehidrasi.
- 8. Jangan Terlalu dipaksa bagi orang yang lemah fisik
- Puasa seharusnya tidak memperburuk status kesehatan orang dengan kondisi medis. Ibu hamil atau menyusui, lansia, pasien hipertensi, penyakit jantung atau asma, biasanya tidak wajib berpuasa Ramadhan. Bila tetap berpuasa, mereka harus berkonsultasi dengan dokter jika merasakan tanda-tanda gangguan kesehatan. Demi keselamatan yang lebih baik, disarankan untuk pergi ke dokter sebelum dan sesudah Ramadhan.
- 9. Jangan menghentikan pengobatan tanpa nasihat medis
- Orang yang harus mendapatkan pengobatan berkala harus mendapatkan saran dari dokter dan ustadz mereka. Mereka tidak harus berpuasa Ramadan jika hal itu membawa risiko pada kesehatan mereka.
- 10. Segera membatalkan puasa bila mendapatkan masalah kesehatan
- Bila Anda mengalami masalah medis selama sehari dan tidak dapat pulih dengan cepat, mungkin sebaiknya Anda tidak berpuasa sehari atau lebih. Hari-hari di mana Anda tidak berpuasa dapat diganti sebelum Ramadhan berikutnya.
Sumber
Monday, June 30, 2014
Ramadhan Tahun ini (1435 H)
Marhaban Ya Ramadhan. Alhamdulillah kita masih bisa bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun ini 1435 H. Bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah. Bonus besar-besaran yang tersedia bagi orang-orang yang bertaqwa. Pada 10 hari pertama adalah rahmat. Kemudian, 10 hari kedua adalah maghfirah. Dan sepuluh terkahir di Bulan Ramadhan adalah dijauhkan diri dari siksa api neraka.
Tentunya kedatangannya sangat didamba-dambakan oleh kaum muslim. Disambut dengan hati gembira dengan persiapan hati, fisik, dan mental demi kekhusyukan dalam menjalani ibadah baik wajib maupun sunnah.
Kegembiraan lain untuk penulis sendiri adalah bisa bersama-sama menjalani Ramadhan tahun ini dengan keluarga kecil di gubuk yang mungil. Serasa lebih istimewa.
Dan pada akhirnya, mari kita sambut Ramadhan tahun ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan menikmati setiap aktivitas dan ibadah. Semoga ramadhan tahun ini membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Marhaban Ya Ramadhan
Thursday, June 26, 2014
Otonomi Direktorat Jenderal Pajak
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sebagai sebuah institusi di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki peranan yang vital dalam menyumbangkan penerimaan APBN. Pajak memberikan kontribusi sekitar 70% dari pendapatan negara. Ini bukan hal yang main-main. Namun, sebagai institusi yang penting DJP memiliki keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan organisasinya guna mengumpulkan pundi-pundi pajak.
Beberapa pihak menanggapi penerimaan pajak dan menuntut tax ratio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik dari 12% ke 17%. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merekomendasikan agar DJP menjadi badan tersendiri di bawah pengawasan langsung presiden agar optimal mengumpulkan penerimaan pajak. Wacana-wacana bermunculan di publik, baik media cetak, media sosial terkait Otonomi DJP.
Otonomi secara emitologi berasal dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri dan nomos yang berarti hukuman atau aturan. Otonomi, menurut Ateng Syafruddin (1985:23) adalah kebebasan dan kemandirian, tetapi bukan kemerdekaan. Kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu adalah wujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Otonomi DJP, bisa berarti kemandirian dalam hal pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), kemandirian dalam penetapan dan pelaksanaan anggaran, dan kemandirian dalam organisasi.
Kemandirian SDM terkait kapasitas pegawai pajak. Selain jumlah pengawai pajak yang minim, DJP pun berhadapan dengan perekrutan SDM pajak yang berkualitas. jangan ada pembatasan dalam perekrutan. Yang mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pajak dalam merekrut pegawainya adalah pajak sendiri. Namun, dalam praktiknya yang merekrut pegawai pajak bukanlah pihak pajaknya sendiri.
Kemandirian organisasi terkait kewenangan DJP untuk mengatur perihal Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Kapan membentuk, memperbanyak, ataupun memperbesar hingga mengurangi kapasitas orang di KPP harus menjadi hak penuh DJP. Perlu prosedur yang panjang dan lama untuk memenuhinya.
Kemandirian anggaran, DJP membutuhkan anggaran untuk pelaksanaan kerjanya. Diantaranya juga untuk tunjangan pegawai.
Nah, muncul opsi-opsi otonomi organisasi DJP diantaranya DJP berdiri sendiri dalam bentuk badan langsung di bawah Presiden. Peningkatan kapasitas organisasi DJP merupakan sebuah gagasan yang layak dilaksanakan. Sudah sepantasnya DJP diberi kekuatan agar amanah tersebut dapat terlaksana. Dengan penuh harapan penerimaan pajak akan optimal untuk membiayai APBN demi kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat.
Beberapa pihak menanggapi penerimaan pajak dan menuntut tax ratio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) naik dari 12% ke 17%. Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merekomendasikan agar DJP menjadi badan tersendiri di bawah pengawasan langsung presiden agar optimal mengumpulkan penerimaan pajak. Wacana-wacana bermunculan di publik, baik media cetak, media sosial terkait Otonomi DJP.
Otonomi secara emitologi berasal dari bahasa Yunani autos yang artinya sendiri dan nomos yang berarti hukuman atau aturan. Otonomi, menurut Ateng Syafruddin (1985:23) adalah kebebasan dan kemandirian, tetapi bukan kemerdekaan. Kebebasan yang terbatas atau kemandirian itu adalah wujud pemberian kesempatan yang harus dipertanggungjawabkan.
Otonomi DJP, bisa berarti kemandirian dalam hal pengadaan Sumber Daya Manusia (SDM), kemandirian dalam penetapan dan pelaksanaan anggaran, dan kemandirian dalam organisasi.
Kemandirian SDM terkait kapasitas pegawai pajak. Selain jumlah pengawai pajak yang minim, DJP pun berhadapan dengan perekrutan SDM pajak yang berkualitas. jangan ada pembatasan dalam perekrutan. Yang mengetahui apa yang menjadi kebutuhan pajak dalam merekrut pegawainya adalah pajak sendiri. Namun, dalam praktiknya yang merekrut pegawai pajak bukanlah pihak pajaknya sendiri.
Kemandirian organisasi terkait kewenangan DJP untuk mengatur perihal Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Kapan membentuk, memperbanyak, ataupun memperbesar hingga mengurangi kapasitas orang di KPP harus menjadi hak penuh DJP. Perlu prosedur yang panjang dan lama untuk memenuhinya.
Kemandirian anggaran, DJP membutuhkan anggaran untuk pelaksanaan kerjanya. Diantaranya juga untuk tunjangan pegawai.
Nah, muncul opsi-opsi otonomi organisasi DJP diantaranya DJP berdiri sendiri dalam bentuk badan langsung di bawah Presiden. Peningkatan kapasitas organisasi DJP merupakan sebuah gagasan yang layak dilaksanakan. Sudah sepantasnya DJP diberi kekuatan agar amanah tersebut dapat terlaksana. Dengan penuh harapan penerimaan pajak akan optimal untuk membiayai APBN demi kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat.
Subscribe to:
Posts (Atom)